KONTROL PEMBAYARAN GAJI
Otorisasi Transaksi
Formulir
kegiatan personel
merupakan control otorisasi yang penting
dalam system pembayaran gaji. Dokumen ini penting untuk menghindari fraud
pembayaran gaji dengan mengidentifikasi pegawai yang diotorisasi. Bentuk fraud
yang umum dilakukan adlah menyerahkan time
card dari pegawai yang tidak lagi bekerja di perusahaan. Formulir
kegiatan personel memungkinkan
departemen pembayaran gaji
memelihara daftar pegawai saat ini, yng dibandingkan dengan time card
Pembagian Tugas
Fungsi
timekeeping harus dipisahkan dari
personalia . Departemen Personalia memberikan informasi tarif pembayaran kebagian pembayaran
gaji untuk pegawai yang dibayar per jam.
Kisaran tarif pembayaran dapat
didasarkan pada pengalaman, klasifikasi pekerjaan, senioritas dan mutu. Jika
informasi ini disediakan langsung oleh department produksi seorang pegawai dapat merubah informasi dn melakukan fraud. Untuk mengontrol
hal ini informasi tariff pembayaran
harus dating dari sumber independent yaitu
department personalia.
Supervisi
Wilayah
lain yang beresiko adlah timekeeping. Kadang-kadang pegawai “clock in” untuk pegawai lain yang telat atau
absen. Supervision harus mengurangi proses cloking ini dan merekonsiliasikan
time card dengan kehadiran actual.
Catatan akuntansi
Jejak
audit dalam pembayaran gaji meliputi document-dokument berikut :
1. Time
Card, Job Ticket, dan Voucher pengeluaran kas
2. Informasi
jurnal, Yang dating dari rangkuman distribusi tenaga kerja dan daftar gaji
3. Akun
buku besar pembntu, Yang berisi catatan
dan berbagai akun biaya pegawai
4. Akun
buku besar umum : control pembayaran gaji, kas, akun dana gaji, (imprest
account)
Kontrol akses
Aktiva-aktiva
yang berkaitan dengan system pembayaran gaji adalah tenaga kerja dan kas.
Keduanya dapat disalgunakan melalui
akses yang tidak benar kecatatan akuntansi. Akuntansi yang tidak
jujur dapat memalsukan tenaga kerja melalui timecard dan karenanya menggelapkan
uang kas. Kontrol atas akses ke document
sumber dan catatan dalam system pembayaran merupakan hal yang paling
penting. Seperti hal nya dalam semua system pengeluaran.
Verivikasi Independent
Berikut ini adalah contoh-contoh
control verivikasi independent dalam
system pembayaran gaji :
1. Verivikasi
jam kerja, Sebelum mengirimkan timecard
kebagian pembayaran gaji supervisior harus memverivikasi akurasinya dan menandatangani nya
2. Pusat
pembayaran (PAY MASTER). Penggunaan pusat pembayaran yang independent untuk
mendistribusikan cek ( daripada supervisior normal) membantu memverivikasi eksistensi para pegawai. Supervisior dapat
terlibat dalam fraud pembayarn gaji dengan berpura-pura mendistribusikan cek
pembayaran ke pegawai yang sebenarnya tidak ada.
3. Utang
dagang. Petugas administrasi utang dagang memverivikasi akurasi daftar gaji sebelum membuat voucer
pengeluaran kas yang mentransfer dana kea kun dana gaji (imprest account)
4. Buku
Besar Umum. Departement buku besar umum memverifikasi seluruh proses dengan
merekonsiliasi rangkuman distribusi tenaga kerja dan voucer pembayaran gaji
SISTEM PEMBAYARAN
GAJI BERDASARKAN KOMPUTER
Mengotomatiskan Sistem Pembayaran
Gaji Dengan Pemrosesan Batch
Karena
system pembayaran gaji tidak sering dilakukan (mingguan atau bulanan), system
tersebut sering kali cocok dengan pemrosesan batch dan file sekuensial. Gambar
6-9 menun jukan system seperti itu. Departement pemrosesan data menerima formulir kegiatan personel, job
ticket, time card yang dikonversi ke
filesekuensial. Program computer batch melakukan pencatatan dengan rinci, menulis
cek , dan menjalankan fungsi buku besar
umum
Implikasi
control
Kekuatan dan
kelemahan dari system ini sama dengan
kekuatan dan kelemahan dalam
mempromosikan keakuratan akuntansi dan mengurangi kesalahan dalam menulis cek.
Diluar itu, system ini tidak secara signifikan meningkatkan efisiensi
operasional, namun untuk banyajk jenis organisasi tingkat, tingkat teknologinya
cukup memadai.
Rekayasa Teknologi Terhadap System
Pembayaran Gaji
Untuk
organisasi ukuran moderat dan besar, pemrosesan gaji sering kali disatukan
dalam system manajement sumber daya menusia (MSDN). Sitem MSDN menangkap dan
memproses sejumlah besar data yang berkaitan dengan personel, termasuk
tunjangan pegawai, perencanaan tenaga kerja, kegiatan personel (tariff
pembayaran, pengurangan, dan lain sebagai nya), juga gaji. Sistem MSDM harus
mendukung akses real-time ke file
personel untuk tujuan mencari keterangan secara langsung dari untuk perubahan
record dalam status pegawai pada saat terjadinya.
System
ini berbeda dibandingkan system otomatisasi yang sederhana dalam hal-hal berikut:
1. Departement
Operasi mengirimkan transaksi ke pemrosesan
data melalui terminal
2. File
akses langsung digunakan untuk penyimpanan data , dan
3. Banyak
proses sekarang dilakukan secara real time
PERSONALIA
Departement
personalia melakukan perubahan dalam file pegawai secara real time melalui
terminal. Perubahan ini termasuk penambahan
pegawai baru,pengurangan pegawai, perubahan pemotongan gaji, dan
perubahan status pekerjaan (tariff pembayaran)
AKUNTANSI BIAYA
Departemen
akuntansi biaya memasukan data biaya
pekerjaan (real-time atau setiap hari)
untuk menciptakan file pemakaian tenaga kerja (labor usage file)
TIMEKEEPING
Ketika
menerima time card yang sudah disetujui
dari supervisior pada tipa akhir minggu, department timekeeping membuat
file kehadiran (attendance file) saat ini
Pemrosesan Data
Pada akhir periode kerja, tugas
tugas berikut ini dilakukan dalam suatu proses batch :
1. Biaya
tenaga kerja didistribusikan keberbagai WIP, overhead, dan akun-akun biaya
2. File
rangkuman distribusi tenaga kerja on-line diciptakan. Salina dari file ini
dikirim kedepartement akuntansi biaya
dan buku besar umum
3. Daftar
gaji On-line diciptakan dari file kehadiran dan file. Salinan dari file-file
ini dikirim kedepartement utang dagang dan pengeluaran kas
4. File
catatan pegawai diperbaharui
5. Cek-cek
pembayaran gaji disiapkan dan ditanda tangani. Cek-cek tersebut dikirimkan ke bendahara untuk diperiksa dan
direkonsiliasikan dengan daftar gaji. Cek pembayaran ini kemudian
didistribusikan ke para pegawai
6. File
voucher pengeluaran diperbaharui dan satu cek disiapkan untuk data yang akan
ditrasfer kea kun dana gaji (imp rest payroll account). Cek dan salinan
(hardcopy) voucher pengeluaran dikirim ke department pengeluaran kas. Satu
salinan voucher tersebut dikirim ke department buku besar umum, dan salinan
akhir dikirim ke utang dagang
7. Pada
akhir pemrosesan, system tersebut menerima file rangkuman distribusi tenaga
kerja dan file voucher pengeluaran dan memperbaharui file buku besar umum
IMPLIKASI KONTROL
Bentuk
system pembayaran gaji dengan element-element real-time memberikan banyak
keuntungan operasional seperti yang didiskusikan sebelumnya,termasuk
pengurangan jeda waktu antara terjadinya peristiwa dan pencatatan, kertas
kerja, dan tenaga kerja klerikal. Bentuk ini juga membawa implikasi control.
Banyak pekerjaan yang dulunya dilakukan oleh tenaga manusia sekarang dilakukan
oleh computer. Sistem yang berdasarkan computer harus menghasilkan catatan yang memadai untuk
memverivikasi independent dan tujuan audit. Akhirnya, control harus didesain
untuk melindungi akses yang tidak diotorisasi ke file data dan program computer.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar